
RINGKASAN
Judul buku : Theories Of Learning 7th
Edition Pengarang : B.R. Hergenhahn, Mathew H. Olson
Nama : Rizaldi Fida Setiawan
NIM : 5101413010 Blog : rizaldifidasetiawan.blogspot.com
BAB I APA ITU BELAJAR?
Belajar adalah salah satu topik paling penting di dalam psikologi dewasa ini, namun konsepnya sulit untuk didefinisikan. Sepanjang beberapa tahun belakangan ini ada kecenderungan untuk menerima definisi belajar yang dikemukakan ole Kimble (1961, h. 6), yang mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif permanen didalam behavioral potentiality )potensi behavioral)yang terjadi sebagai akibat dari reinforced practice (praktik yang diperkuat).
APAKAH BELAJAR PASTI MENGHASILKANPERILAKU?
Sebuah ilmu pengetahuan harus mempunyai pokok persoalan yang hars diamati. Dalam psikologi pokok persoalan itu adalah perilaku, tetapi ini tidak berarti belajar adalah perilaku. Kita mempelajari perilaku sehingga kita bisa mengambil kesimpulan mengenai proses yang diyakini merupakan sebab dari perubahan perilaku yang kita lihat. Dalam kasusu ini itu dinamakan belajar.dalam buku ini sepakat bahwa belajar tidak bisa dipelajari secara langsung hakikat belajar hanya bisa dilihat dari perubahn perilaku. B. F. Skinner adalah stu – satunya teoritisi yang berbeda pendapat dalam hal ini. Menurut Skinner perubahan perilaku merupakan proses belajar itu sendiri dan tak perlu lagi ada proses lain yang harus disimpulkan. Teoritisi lain mengatakan bahwa perubahan perilaku bersal dari proses belajar. Belajar adalah sesuatu yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman dan mendahului perilaku. Dalam kerangka definisi ini, belajar ditempatkan sebagai variabel pengintervensi (intervening) atau variabel perantara. Variabel perantara ini adalah proses teoritisi yang diasumsikan terjadi diantara stimuli dan respon yang diamati. Variabel independen (variabel bebas) menyebabkan perubahan dalam variabel perantara (belajar), yang pada gilirannya akan menyebabkan perubahan dalam variabel dependen (variabel terikat).
SEBERAPA PERMANENKAH RELATIF PERMANEN ITU?
Di sisni kita mendapati setidaknya 2 macam problem. Pertama, seberapa lamakah perubahan perilaku harus bertahan sampai kita mengatakan bahwa proses belajar telah kelihatan hasilnya? Aspek ini pada awalnya dimasukan pada definisi di ayas untuk membedakan antara belajar dengan kejadian seperti keletihan, sakit, pendewasaan, dan narkoba. Jelas kejadian itu berdampak bagi perilaku kita namun dampaknya akan cepat pergi namun hasil dari belajar akan terus menetap sampai ia dilupakan atau muncu hasil belajar baru yang menggantikan hasil belajar lama.
BELAJAR DAN PEFORMA ATAU TINDAKAN
Seperti yang telah dikemukakan diatas hal yang dipelajari mungkin tidak langsung dimanfaatkan. Atlet, misalnya belajar posisi dari menonton film dan mendengarkan instruksi dari pelatih selama seminggu, namun mereka mungkin tidak menterjemahkan proses belajar itu ke dalam perilaku sampai tiba waktu pertandingan.
MENGAPA KITA MENGACU PRAKTIK DAN PENGALAMAN?
Jelas bahwa tidak semua perilaku dipelajari perilaku yang sederhana adalah hasil dari reflek . perilaku yang tidak pernah kita pelajari namun pada dasarnya kita sudah ada perilaku tersebut karena itu adalah perilaku yang terjadi karena lingkungan, karena stimulan dan lain sebagainya.
APAKAH BELAJAR BERASAL DARI JENIS PENGALAMAN SPESIFIK?
Menurut definisi kimble (1961), belajar berasal dari praktik yang diperkuat. Dengan kata lain, hanya perilaku yang diperkuat yang dipelajari. Pada poin ini ada perbedaan pendapat dikalangan ahli teori belajar. Para ahli ini tidak hanya berbeda pendapat mengenai apa yang merupakan penguatan tetapi juga mengenai apakah penguatan adalah prasyarat yang harus ada agar terjadi proses belajar.
DEFINISI BELAJAR YANG DIMODIFIKASI
Sekarang dimungkinkan untuk merevisi definisi belajar dari kimble sehingga definisi ini bersifat netral dalam kaitannya dengan aspek penguatan, dan karenanya bisa diterima lebih luas. Belajar adalah perubahan perilaku atau potensi yang relatif permanen yang berasal dari pengalaman dan tidak bisa dinisbahkan ke keadaan tubuh temporer seperti keadaan yang disebabkan oleh sakit, keletihan atau obat – obatan.
APAKAH ADA PERBEDAAN ANTARA JENIS–JENIS BELAJAR?
Belajar seperti yang kita ketahui adalah istilah umum yang digunakan untuk mendiskripsikan perubahan potensi perilakuyang berasal dari pengalaman. Akan tetapi, conditioning (pengkondisian) adalah istilah yang lebih spesifik untuk mendefinisikan prosedur aktual yang dapat mengubah perilaku.
UNTUK APA MENGKAJI PROSES BELAJAR?
Karena kebanyakan perilaku manusia itu terbentuk melalui proses belajar, penelitian atas prinsip–prinsip belajar akan membantu kita dalam memahami mengapa kita berperilaku seperti yang kita bayangkan. Pemahaman akan proses bleajar menambah pengetahuan kita bukan hanya tentang berperilaku normal dan perilaku adaptif tapi juga situasi yang menimbulkan perilaku maladaptif dan perilaku abnormal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar