Selasa, 18 Maret 2014
RINGKASAN BUKU THEORIES OF LEARNING BAB 3
RINGKASAN
Judul buku : Theories Of Learning 7th Edition
Pengarang : B.R. Hergenhahn, Mathew H. Olson
Nama : Rizaldi Fida Setiawan
NIM : 5101413010 Blog : rizaldifidasetiawan.blogspot.com
BAB III
GAGASAN AWAL TENTANG BELAJAR EPISTEMOLOGI DAN TEORI BELAJAR Epistemology (epistemologi) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat pengetahuan.
PLATO Plato (427-347 SM) adalah murid paling terkenal dari filsuf Socrates. Sebenarnya Socrates tidak pernah menulis apapun tentang filsafatnya tetapi ajaranya ditulis oleh Plato.
TEORI PENGETAHUAN KENANGAN Menurut Plato, setiap objek di dunia fisik memiliki “ide” atau “bentuk” abstrak yang menyebabkannya. Semua manusia memiliki jiwa. Sebelum dimasukkan ketubuh pada saat kelahiran, jiwa berada di dalam pengetahuan yang lengkap dan murni. Jadi semuajiwa manusia mengetahui segala sesuatu sebelum masuk ke tubuh. Setelah masuk ketubuh pengetahuan jiwa itu menjadi “terkontaminasi” oleh informasi indrawi.
ARISTOTELES
Aristoteles (384-322 SM), salah satu murid Plato, pada awalnya menganut ajaran Plato namun kemudian berbeda pendapat denganya. Petama, hukum, bentuk, atau alam yang dikaji Aristoteles dianggap tidak memiliki eksistensi yang independen dari manifestasi empirisnya, seperti yang diasumsikan Plato. Semeta adalah hubungan-hubungan yang dapat diamati. Kedua, menurut Aristoteles semua pengetahuan didasarkan pada pengalaman indrawi. Aristoteles berpendapat bahwa sumber pengetahuan adalah pengalaman indrawi maka dai disebut sebagai empirisis.
AWAL PSIKOLOGI MODERN
Descartes mempostulatkan pemisahan antara pikiran dan tubuh. Pikiran adalah atribut khas manusia dan pikiran adalah bebas dan dapat menentukan tindakan tubuh. Descartes dapat dianggap sebagai pelopor psikolog stimulus respons. Thomas Hobbes (1588-1679) berpendapat bahwa kesan indera adalah sumber dari semua pengetahuan. John Locke (1632-1704) juga menentang gagasan ide-ide bawaan . Menurutnya, pikiran terdiri dari ide, dan ide datang dari pengalaman. Leibniz (1646-1716) meringkas filsafat Locke:”Tak satupun hal-hal dalam pikiran yang tidak ada lebih dahulu didalam indra, kecuali pikiran itu sendiri. George Berkeley (1685-1753) berpendapat bahwa ide-ide adalah satu-satunya hal yang kita alami secara langsung dan karenanya adalah satu-satunya hal yang kita bisa yakini. David Hume (1711-1776) menambahkan bahwa pikiran tak lebih dari arus ide, memori, imajinasi, asosiasi, dan perasaan.
MAZHAB PSIKOLOGI AWAL VOLUNTARISME
Mazhab psikologi pertama adalah voluntarisme dan aliran ini didirikan oleh Wilhelm Maximillian Wundt(1832-1920), yang mengikuti rasionali Jerman. Salah satu tujuan ekdperimentalnya adalah menemukan elemen-elemen pikiran, yakni elemen dasar penyusun pemikiran. Elemen pikiran dapat diatur sekehendaknya dalam sejumlah kombinasi, sebuah proses yang oleh Wundt dinamakan creative syhtesis (sintesis kreatif). Karena penekanan Wundt pada kehendak inilah maka alirannya dinamakan voluntarisme.
STRUKTURALISME
Aliran ini adalah hasil modifikasi dari voluntarisme oleh murid-murid Wundt, kemudian Edward Titchener (1867-1927) mendirikan aliran structuralisme di Cornell University, Amerika Serikat. Voluntarisme dan strukturalisme sama-sama mencari elemen-elemen pikiran.
FUNGSIONALISME
Fungsionalisme juga muncul di AS dan pada awalnya berdampingan dengan strukturalisme. Meskipun keyakinan fungsionalis beragam, penekanan mereka selalu sama dengan kegunaann kesadaran dan perilaku dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Fungsionalis jelas amat dipengaruhi oleh teori evolusi Darwin dengan William James (1842-1910) sebagai pelopornya. Kontribusi utama fungsionalis untuk teori belajar adalah bahwa mereka mempelajari hubungan kesadaran dengan lingkungan, bukan mempelajarinya sebagai fenomena tersendiri.
BEHAVIORISME
Pendiri aliran behaviorisme adalah John B.Watson (1878-1958) yang mengatakanbahwa kesadaran hanya dapat dipelajari melalui proses introspeksi, sebuah alat riset yang tidak bisa diandalkan. Poin utama behavioris adalah bahwa perilakulah yang seharusnya dipelajari karena perilaku dapat dikaji secara langsung. Behaviorisme berpengaruh besar terhadap teori belajar di Amerika.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar