Selasa, 18 Maret 2014

RINGKASAN BUKU THEORIES OF LEARNING BAB 4




RINGKASAN
Judul buku    : Theories Of Learning 7th Edition
Pengarang    : B.R. Hergenhahn, Mathew H. Olson
Nama  : Rizaldi Fida Setiawan
NIM    : 5101413010
Blog    : rizaldifidasetiawan.blogspot.com

BAB IV
EDWARD LEE THORNDIKE
Kita awali diskusi tentang teoritisi belajar utama dengan Edward Lee Thorndike (1871-1949), yang mungkin adalah ahli teori belajar terbesar sepanjang masa. Dia bukan hanya merintis karya besar dalam teori belajar tetapi juga dalam bidang psikologi pendidikan, perilaku verbal, psikologi komparatif, uji kecerdasan, problem nature, transfer training, dan aplikasi pengukuran kuantitatif untuk problem sosiopsikologis. Thorndike memulai proyek yang disebut belakangan ini, dan juga proyek lainya, saat dia sudah berusia lebih dari 60 tahun.

RISET HEWAN SEBELUM THORNDIKE
Pendapat Descartes bahwa tubuh manusia dan binatang berfungsi berdasarkan prinsip mekanis yang sama tidak banyak menimbulkan penelitian anatomis terhadap binatang, tetapi adalah Darwin yang menunjukan bahwa manusia dan manusia adalah sama dalam hampir semua aspeknya: secara anatomis, emosional, dan kognitif. The Expression of Emotions Man and Animals karya Darwin (1872). Tak lama setelah Darwin memublikasikan bukunya itu, sahabatnya, George John Romanes (1848-1894) memublikasikan buku Animal Intelliegence(1882), Mental Evolutioin in Animals (1884) dan Mental Evolution in Man (1885).


KONSEP TEORETIS UTAMA
KONEKSIONISME
Thorndike menyebut asosiasi antara kesan indrawi dan impuls dengan tindakan sebagai ikatan/kaitan atau koneksi. penekananya pada aspek fungsional dari perilaku terutama dipengaruhi oleh Darwin. Teori Thorndike bisa dipahami sebagai kombinasi dari asosanisme, Darwinisme, dan metode ilmiah.

PEMILIHAN DAN PENGAITAN
Menurut Thorndike bentuk paling dasar dari proses belajar adalah trial-and-eror learning, atau yang disebutnya sebagai selecting and connecting.

BELAJAR ADALAH INKREMENTAL, BUKAN LANGSUNG KE PENGERTIAN MENDALAM (INSIGHTFUL)
Dengan mencatat penurunan gradual dalam waktu untuk mendapatkan solusi sebagai fungsi percobaan suksesif, Thorndike menyimpulkan bahwa belajar bersifat incremental (bertahap), bukan insightful (langsung ke pengertian).

THORNDIKE SEBELUM 1930
PEMIKIRAN
Thorndike tentang proses belajar dapat dibagi menjadi dua bagian: pertama adalah pemikiran sebelum 1930 dan kedua adalah pasca 1930, ketika beberapa pandangan awalnya berubah banyak.


HUKUM KESIAPAN
Law of readiness (hukum kesiapan) yang dikemukakan dalam bukunya uang berjudul The Original Nature of  Man (Thorndike, 1930), mengandung tiga bagian:
11.   Apabila satu unit konduksi siap menyalurkan , maka penyaluran denganya akan memuaskan.
22. Apabila satu unit konduksi siap untuk menyalurkan, maka tidak menyalurkannya akan   menjengkelkan.
33.   Apabila satu unit konduksi belum siap untuk penyaluran dan dipaksa untuk menyalurkan,  maka penyaluran dengannya akan menjengkelkan.

HUKUM LATIHAN
Sebelum 1930, teori Thorndike mencakup hukum law of exercise, yang terdiri dari dua bagian:
11.  Koneksi antara stimulus dan respons akan menguat saat keduanya dipakai.
22. Koneksi antara situasi dan respons akan melemah apabila praktik hubungan dihentikan atau jika ikatan neural tidak dipakai.

HUKUM EFEK
Law of effect (hukum efek), yang digagasnya sebelum tahun 1930, adalah penguatan atau pelemahan dari suatu koneksi antara stimulus dan respons sebagai akibat dari konsekuensi dari respons.

KONSEP SEKUNDER SEBELUM 1930
Sebelum 1930, teori Thorndike mencakup sejumlah ide yang kurang penting ketimbang hukum kesiapan, efek, dan latihan. Konsep sekunder ini antara lain respons berganda, set atau sikap, prapotensi elemen, respons dengan analogi, dan pergeseran asosiatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar